Bukan Jalan Kenyamanan
Markus 8:31-38
Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
- Markus 8:34b
Jalan hidup seperti apa yang Anda harapkan ketika mengikut Tuhan Yesus? Ada orang berekspektasi dengan mengikut Kristus hidupnya jadi lebih baik, tambah makmur, dan hidup lebih nyaman. Bagaimana kalau yang terjadi justru sebaliknya? Petrus tampak begitu rohani saat ia menjadi satu-satunya murid yang mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias (Mrk. 8:29). Namun, semuanya berubah drastis ketika Petrus menolak pernyataan Yesus bahwa Mesias harus mengalami penderitaan sampai-sampai ia menegur Sang Guru (ay. 32). Bagi Petrus, pernyataan Yesus tidak masuk logika. Bagaimana mungkin Anak Manusia yang selama ini ia saksikan kehebatannya akan menjadi begitu lemah? Ekspektasi Petrus mengikut Yesus adalah mencapai puncak kehidupan yang begitu gemilang.
Betapa terkejutnya Petrus dengan teguran tajam Yesus, “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (ay. 33). Teguran Yesus ini senada saat Dia memukul mundur Iblis yang mencobainya di padang gurun. Dari bibir Petrus terucap keserupaan dengan maksud Iblis, yaitu menjauhkan Yesus dari salib, yang berarti tidak sesuai dengan visi Yesus datang ke dunia. Ini juga berarti menghalangi Yesus menaati kehendak Bapa. Berharap Yesus mengurungkan niat-Nya untuk mati menebus manusia, itu adalah pekerjaan Sang Musuh, yakni Iblis. Petrus dari “batu karang” berubah menjadi batu sandungan karena pemahamannya akan identitas Mesias tidak sesuai dengan maksud Allah. Ia tidak ingin menggeser apa yang dimilikinya saat itu, yaitu kenyamanan.
Sayang sekali kalau seorang Kristen menganggap yang terpenting adalah percaya Yesus, tanpa berpikir menghidupi hidup seorang murid Kristus itu sama pentingnya. Apa yan Yesus ajarkan kepada para mengikuti-Nya (ay. 34)? (1) Menyangkal diri. Artinya, seluruh keberadaan dirinya diarahkan untuk mengikuti kehendak Tuhan, bukannya menghidupi hidupnya untuk diri sendiri karena dirinya telah menjadi milik Kristus (Gal. 2:20). (2) Memikul salib. Menjadi murid Kristus bukan jalan gampangan, pasti ada penderitaan dan kesulitan yang harus ditanggung karena dunia ini menolak Kristus. Bersediakah Anda hiduseumur hidup menyangkal dan memikul salib demi Kristus? Itulah jalan yang harus ditempuh pengikut Kristus. Jalan seorang murid yang rela berkorban dengan menyangkal diri dan memikul salib.
Refleksi Diri:
- Apa yang perlu diwaspadai supaya Anda tidak hanya memikirkan kenyamanan pribadi tapi juga mengikuti kehendak Tuhan?
- Apa artinya menyangkal diri dan memikul salib bagi Anda secara pribadi?
