Bukan Hamba, Tetapi Sahabat
Yohanes 15:14-16
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba (doulos), sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat (philous), karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
- Yohanes 15:15
Salah satu yang membedakan Kristen dengan agama-agama lain adalah mengajarkan bagaimana Tuhan menemukan manusia, bukan bagaimana manusia menemukan Tuhan. Kita yang terhilang dicari, ditemukan, dan diselamatkan oleh Tuhan. Kalau kita bisa menyadari siapa diri kita, bahwa betapa tidak layaknya diri kita karena kita adalah manusia berdosa, itu adalah anugerah Tuhan. Apa tujuan Tuhan menyelamatkan kita? Agar kita dilibatkan menjadi bagian dari pekerjaan-Nya di dunia sehingga hidup kita hari ini ada artinya sesuai kapasitas kita dan kita harus bertanggung jawab dengan kesempatan yang ada.
Dua kata utama dalam bahasa Ibrani dari ayat emas yang diperbandingkan dan memiliki arti bertingkat adalah doulos artinya hamba (servant) dan kata philous artinya sahabat (friend). Ayat di atas merupakan perkataan Tuhan Yesus yang ditujukan kepada murid-murid-Nya yang menjelaskan perubahan status dari hamba menjadi sahabat. Perubahan ini adalah hak istimewa untuk mengetahui kehendak Allah dan rencana-Nya terhadap perjalanan hidup mereka selanjutnya. Para murid dipanggil untuk hidup bagi pekerjaan Allah sepenuhnya yang menjadi tanggung jawab mengikat seumur hidup.
Salah satu dari para murid adalah Simon Petrus. Ia dulunya seorang penjala ikan telah diubahkan oleh Yesus menjadi seorang penjala manusia. Hidup yang dulunya tidak ada artinya telah diubahkan menjadi hidup yang penuh arti, kokoh bagai batu karang dan dipakai menjadi fondasi gereja-Nya sampai saat ini. Kristus pendiri gereja dan Sang Raja Gereja, memberi kesempatan kepada orang sederhana dan tak luput dari cacat cela seperti Petrus. Dari seorang hamba dosa berubah menjadi sahabat Sang Penebus dosa.
Sobat terkasih, kita seharusnya bersyukur karena kita yang hina dina dilayakkan oleh Tuhan dan diberi kesempatan menjadi bagian dari pekerjaan-Nya di dunia. Tuhan memakai orang berdosa dan biasa untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang luar biasa. Berterimakasihlah untuk kesempatan yang diberikan oleh-Nya dan berkomitmenlah seperti Yesus yang berkata, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yoh. 4:34).
Refleksi Diri:
- Apakah Anda sudah bersyukur dan berterima kasih karena dilayakkan menjadi seorang sahabat Yesus Kristus?
- Apa komitmen yang ingin Anda ambil dalam melakukan pekerjaan Tuhan yang Dia percayakan kepada Anda?
