Bertumbuh Dalam Firman
1 Petrus 2:1-3
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
- 1 Petrus 2:2
Kita mengenal tokoh dongeng bernama Peter Pan, yakni seorang anak yang tidak pernah tumbuh dewasa. Ia hidup di dunia imajiner Neverland, bebas dari tanggung jawab dan tuntutan kedewasaan. Meski dongeng ini tampak menyenangkan di permukaan, ada sesuatu yang menyedihkan di balik cerita populer ini. Peter Pan selamanya terjebak dalam kepolosan tanpa kematangan. Ia bersenang-senang, tetapi tidak pernah bertumbuh.
Sayangnya, banyak orang Kristen seperti demikian, lama mengikut Tuhan, tetapi tidak bertumbuh. Mereka tetap di tempat yang sama secara rohani, tidak bertambah dalam pengenalan akan Tuhan, dan tidak matang dalam iman. Mereka hanya cukup puas menjadi “anak-anak rohani”, meski sudah lama mengenal Injil. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:2 menasihatkan kita untuk mendambakan firman Tuhan seperti bayi mendambakan susu. Artinya, seseorang yang bertumbuh akan menyadari bahwa firman Tuhan bukan sekadar bacaan, melainkan suatu kebutuhan.
Tanpa firman yang murni, seperti bayi yang harus menerima susu yang sehat, iman kita akan tetap kerdil, dangkal, dan rapuh. Namun, dengan firman yang baik, kita akan dibentuk, dikuatkan, dan diperlengkapi untuk menghadapi kehidupan dan menjadi serupa dengan Kristus. Itulah sebabnya, bertumbuh dalam firman Tuhan berarti memberi ruang bagi Alkitab untuk berbicara dan mengubah kita setiap hari. Bukan hanya mendengar khotbah, tetapi juga membaca, merenungkan (Mzm. 1:2-3), serta yang terpenting menaati dan melakukan firman Tuhan (Yoh. 14:21).
Bagaimana kita bisa melakukannya? Kita bisa mulai dari beberapa tindakan sederhana dalam “penggalian” Alkitab. Kita bisa membaca satu pasal per hari, satu renungan setiap pagi, dan berdiskusi bersama bagian dari Alkitab dalam anggota Care Group kita. Berdoalah dan jangan biarkan diri kita seperti “Peter Pan” rohani—lama menjadi orang Kristen, tetapi tidak bertumbuh secara rohani. Tuhan Yesus rindu kita menjadi dewasa dalam kasih dan kebenaran supaya hidup kita mencerminkan diri-Nya yang adalah Firman itu sendiri.
Refleksi Diri:
- Apakah Anda selama ini hanya mengenal firman Tuhan sebagai pengetahuan atau sungguh menghidupinya?
- Apa langkah kecil yang bisa Anda lakukan minggu ini untuk mendambakan firman seperti bayi mendambakan susu?
