Bagikan artikel ini :

Belenggu Kekhawatiran

Matius 6:25-34

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
- Matius 6:33

Berapa lama kita hidup terbelenggu kekhawatiran? Mungkin di balik senyum canda ria kita, sebenarnya hati kita yang terdalam sedang menjerit dan berteriak minta tolong. Kekhawatiran bisa berkembang menjadi kecemasan, kecemasan bisa berkembang menjadi keputusasaan. Kekhawatiran bagaikan belenggu yang membuat kita tidak mampu bergerak leluasa, hidup jauh dari damai sejahtera.

Matius 6:27 berkata, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Sehasta adalah ukuran dalam tradisi Yahudi kuno, setara dengan 45 cm, suatu ukuran yang tidak terlalu besar. Hasta dipakai sebagai metafora untuk menjelaskan bahwa kekhawatiran adalah ketidakmampuan kita menghadapi kerasnya arus tantangan hidup. Karena itu, firman Tuhan mengajak kita untuk kembali hidup mendekatkan diri kepada Tuhan agar kita kuat dan mampu menjalani kehidupan yang tidak mudah ini.

Kata “Kerajaan Allah” di ayat emas dalam bahasa Yunani berbunyi basileian tou Theou. Kata ini bisa memiliki arti the kingdom of God (Kerajaan Allah) atau the kingship of God (keraja-an Allah). The kingdom of God adalah satu area kehidupan yang adalah sepenuhnya kekuasaan Allah, tetapi the kingship of God lebih diartikan otoritas Allah dalam hidup. Secara singkat, the kingship of God adalah hidup yang tunduk kepada Tuhan yang di atas segalagalanya, yang lebih tahu apa yang lebih baik, dari semua yang mampu kita pikirkan.

Sobat terkasih, kekhawatiran secara alami adalah reaksi dari pikiran kita untuk bertahan atau mencari solusi terhadap situasi hidup yang tidak pasti atau yang mungkin membahayakan. Dari pengalaman di masa lalu, kita belajar melihat keterbatasan diri dan ketidakberdayaan kita menghadapi situasi hidup tertentu. Saat merasa khawatir, carilah dahulu Kerajaan Allah (the kingdom of God dan the kingship of God) karena kehidupan kita sepenuhnya ada di dalam kekuasaan-Nya dan kita hendaklah tunduk kepada-Nya karena Allah tahu apa yang baik buat kita lebih daripada yang kita pikirkan.

Kekhawatiran apa yang selama ini membelenggu hidup Anda, bahkan mungkin telah terjadi menahun dan membuat hidup sangat menderita? Mari belajar menyerahkan kekhawatiran, serta belajar percaya bahwa Allah selalu menjaga dan memelihara kita dalam setiap perkara (1Ptr. 5:7).


Refleksi Diri:

  • Apa kekhawatiran yang saat ini sedang Anda rasakan? Bagaimana cara Anda mencoba mendekatkan diri kepada Tuhan?
  • Apakah Anda sudah belajar tunduk pada kekuasaan Tuhan dan percaya bahwa Dia tahu yang terbaik buat Anda?