Bangga Dipakai Tuhan?
1 Raja-raja 15:3, 2 Tawarikh 13:13-14:1
Jawab-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak.”
- Lukas 19:40
Abia bukan hanya raja yang jahat, tetapi juga munafik. Anehnya, pada bagian ini kita membaca bagaimana Tuhan memakainya untuk mengalahkan Yerobeam dan pasukan Israel Utara yang telah memberontak dan hidup dalam penyembahan berhala. Aneh sekali! Bagaimana mungkin Tuhan memakai orang jahat untuk melakukan pekerjaan-Nya?
Tidak perlu heran melihat keadaan seperti ini. Bapa gereja Ignatius mengatakan, “Tuhan bisa saja menggunakan tongkat yang bengkok untuk menarik garis lurus.” Tuhan bisa memakai siapa saja, bahkan orang-orang jahat sekalipun, untuk mencapai tujuan-Nya. Sebuah pemerintahan yang jahat dan korup dapat saja dipakai Tuhan untuk menghukum pelaku-pelaku kriminal di negara tersebut. Seorang aktivis yang melayani dengan motivasi yang salah dapat saja dipakai Tuhan untuk memberikan saran-saran yang membangun pelayanan tersebut. Demikian juga Tuhan memakai Abia untuk mengalahkan Israel Utara sekaligus memperkuat Yehuda Selatan.
Di satu sisi, kisah Abia yang dipakai Tuhan mengajarkan kepada kita betapa tinggi dan tak terselami cara kerja Tuhan. Namun di sisi lain, kisah ini harusnya menjadi peringatan keras bagi setiap kita. Sebagai orang Kristen, kita seringkali berkata dengan bangga, “Yang penting Tuhan memakai aku,” “Yang penting Tuhan memakai gerejaku,” “Yang penting Tuhan memakai pekerjaan dan pelayananku,” dan lain sebagainya, meski kita melakukannya dengan asal-asalan, punya motivasi yang jahat, dan tidak diiringi kesaksian hidup yang baik. Pernahkah Anda terlambat datang ke gereja, padahal hari itu adalah jadwal pelayanan Anda?Pernahkah Anda berderma untuk memamerkan diri seolah-olah Anda orang baik? Pernahkah Anda melakukan suatu pekerjaan atau pelayanan dengan maksimal, hanya untuk popularitas? “Tidak apa-apa, kan? Yang penting aku dipakai Tuhan.”
Ya, tentu saja kita bersyukur karena Tuhan berkenan memakai orang seperti kita. Akan tetapi, pemikiran seperti ini sering menjebak kita untuk mudah puas diri mengerjakan apa yang kita perbuat. Ingat, Tuhan bisa memakai orang jahat seperti Abia. Tuhan Yesus bahkan mengatakan Dia bisa memakai batu (Luk. 19:40) untuk memuji-Nya! Karena itu, jangan bangga kalau kita hanya “yang penting dipakai Tuhan!” Bukankah kita, orang-orang yang mengaku mengasihi Tuhan, seharusnya berjuang lebih daripada Abia yang jahat?
Refleksi Diri:
- Apakah Anda merasa Tuhan telah memakai hidup Anda untuk mencapai tujuan-Nya?
- Jika ya, cobalah selidiki diri Anda. Apakah hal ini diiringi dengan motivasi yang benar, usaha yang sepenuh hati, serta teladan hidup yang baik?
