Bagikan artikel ini :

Bahaya Fanatisme

Roma 8:12-17

Semua orang (hosoi), yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
- Roma 8:14

Bagaimana pemahaman kita mengenai orang Kristen yang sehat berjemaat di sebuah gereja? Apakah sekadar menjadi anggota sebuah organisasi gereja dan mengikuti segala tradisi dan pandangan teologis gereja tersebut? Atau yang loyal melayani, tanpa perlu memikirkan perkembangan jemaat?

Menjadi jemaat yang loyal berbeda dengan jemaat yang fanatik, meski seolah-olah sama. Loyalis adalah orang yang setia, tetapi objektif atas kelebihan dan kekurangan organisasinya. Ia mampu bersyukur untuk kemajuan kelompok lain dan bersedih untuk kemunduran apalagi kehancuran dari kelompok lain. Fanatisme bertolak belakang dengan loyalis. Fanatisme bersorak untuk kemunduran kelompok lain dan iri hati atas kemajuan kelompok lain. Ia selalu merasa kelompoknya paling benar dan yang lain salah. Fanatisme tidak pernah membawa persatuan, justru di dalam sebuah kelompok yang penuh dengan fanatisme perpecahan internal berpotensi terjadi.

Kata kunci ayat emas adalah hosoi, artinya semua orang (as many as) dan diterangkan oleh kata sambung gar, artinya sungguh (indeed) berasal dari kata pneumati Theou, artinya oleh Roh Allah (by spirit of God). Jadi, ayat hari ini menegaskan apa pun latar belakang orang percaya, baik Yahudi atau non-Yahudi, dahulu ada di bawah kutuk dosa, tetapi karena perjanjian Allah telah digenapi oleh Kristus membuatnya dibebaskan dari kutuk (Rm. 8:1-2). Ada perubahan status di dalam diri setiap orang percaya, yakni menjadi anak Allah yang memiliki hubungan dekat seperti anak dengan bapa (Rm. 8:15).

Sobat terkasih, menjadi orang Kristen bukan sekadar soal status anggota sebuah organisasi keagamaan apalagi sampai berlaku fanatis terhadap kelompoknya, melainkan tentang soal hubungan yang dipulihkan oleh anugerah, antara Bapa surgawi dengan anak-anak-Nya. Setiap anak Tuhan dipimpin oleh Roh Kudus mengemban misi yang sama, meskipun dengan konteks yang berbeda-beda.

Teguhkan hati untuk hidup dengan dasar pengajaran yang benar dari Alkitab (Ef. 4:13-14), menyampaikan kebenaran dengan bijak, meski dengan risiko yang kadang tidak ringan. Hidup dengan memberi buah untuk membangun pertumbuhan rohani yang sehat baik di lingkungan kita ditempatkan atau di gereja tempat kita berjemaat. Kalaupun Allah berkenan memakai kita, itu hanyalah salah satu alat dari sekian banyak alat di tangan-Nya.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sudah bersikap sebagai Kristen loyalis? Bagaimana hubungan pribadi Anda selama ini dengan Bapa di surga?
  • Apa kontribusi yang bisa Anda berikan untuk membangun pertumbuhan rohani di lingkungan sekitar atau di gereja?