Bagikan artikel ini :

Arah Hidup

Yohanes 21:1-9, 15-19

sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.
- Kolose 1:10

Bagaimana jika arah hidup kita salah? Hidup dengan arah yang salah seolah menjanjikan kepuasan karena kita telah berhasil menggapai cita-cita. Namun, semua yang di luar Kristus ternyata hampa dan sia-sia.

Bagaimana jika hidup kita tanpa arah? Hidup tanpa arah adalah hidup berisi rutinitas yang membosankan. Celakanya, kita kerap tidak berdaya dengan belenggu rutinitas sehingga kita pun mengalami kehampaan hidup.

Apakah arah hidup yang benar sesuai dengan kehendak Allah akan menjanjikan hidup nyaman dimana terpenuhi semua impian? Ternyata tidak! Namun, hidup yang sesuai arah yang Tuhan kehendaki, membuat nilai hidup kita indah dan berharga, dan kita tidak akan menyesali menjadi siapa diri kita.

Berita tentang penyaliban Tuhan Yesus sempat menggoncang iman para murid. Mereka sudah mendengar bahwa Yesus telah bangkit, tetapi tidak tahu harus melakukan apa setelahnya. Beberapa murid sempat hendak kembali pada kehidupan lamanya. Petrus memulai kembali profesi lamanya sebagai nelayan. Namun, perjumpaan dengan Yesus yang menampakkan tubuh kebangkitan-Nya membuat segalanya berubah ke arah yang seharusnya. Rencana Allah bagi Petrus tetap melaju maju, membuatnya kembali pada panggilan sebagai penjala manusia. Catatan sejarah gereja menuliskan bahwa Petrus adalah salah satu rasul yang dipakai Allah secara luar biasa dan membawa pertobatan banyak orang. Hidupnya tidak menjadi sia-sia. Meski melewati penderitaan bahkan menjadi martir, tetapi buah pelayanannya tetap ada sampai hari ini.

Apa yang menjadi patokan bahwa arah hidup kita telah sesuai kehendak-Nya? Kita menyadari keberadaan kita di dunia, bukan untuk bekerja bagi kepuasan diri pribadi, melainkan untuk mengerjakan pekerjaan baik yang Allah sediakan sesuai rencana-Nya dengan kapasitas kita (Ef. 2:10). Kita juga memegang prinsip kebenaran sesuai firman Tuhan yang menuntun hidup kita (2Tim. 3:16-17). Selain itu, nilai hidup yang kita perjuangkan adalah mencari dulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (Mat. 6:33).

Sobat terkasih, mari kembali ke arah hidup yang Allah kehendaki, agar kita tidak menyesali dalam menjalani hidup ini. Hanya karena anugerah-Nya, arah hidup kita bisa sesuai kehendak-Nya.


Refleksi Diri:

  • Bagaimana arah hidup Anda selama ini? Apakah Anda sudah mengetahuinya dan arahnya benar sesuai kehendak Tuhan?
  • Apa pekerjaan baik yang telah Anda lakukan seturut arah hidup yang Tuhan telah tunjukkan kepada Anda?