Anda Menjadi Siapa Yang Anda Sembah
Efesus 1:3-14
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
- Efesus 1:3
Pernahkah Anda memikirkan apa yang berbeda sebelum dan sesudah menjadi orang Kristen? Atau seandainya Anda tidak menjadi orang Kristen, apa yang berbeda dalam hidup Anda? Mungkin kita tidak akan pergi ke gereja, kita juga tidak membaca Alkitab atau yah kita tidak masuk surga. Apakah menjadi seorang Kristen hanya berakhir pada hal-hal tersebut? Kalau hanya sekadar masuk surga maka tidak heran orang-orang Kristen kehidupan sehari-harinya tidak akan berbeda dengan orang yang bukan Kristen. Sebuah buku berjudul We Become What We Worship (Kita Menjadi Apa yang Kita Sembah) menuliskan: Apa yang kita sembah atau tempatkan sebagai pusat hidup kita akan membentuk identitas, perilaku, dan tujuan hidup kita.
Jika melihat perikop bacaan hari ini, kita telah menerima berkat rohani yang luar biasa di dalam Kristus supaya pada gilirannya kita dapat memuji dan memuliakan Dia, pemberi setiap karunia yang baik dan sempurna. Tuhan itu sempurna tanpa batas, Dia akan menjadi tidak benar jika Dia tidak bermegah dalam apa yang sempurna, yaitu diri-Nya sendiri. Karena itu, saat kita menjadi orang percaya yang berubah dalam diri kita seharusnya adalah pusat penyembahan kita.
Apakah Anda pernah memahami desain Tuhan untuk diri Anda? Tuhan berfirman dalam Yesaya 43:7, “Semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!” Tambahan lagi dari Efesus 1:12 yang berbunyi, “Supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.” Inilah desain kita yang sebenarnya untuk memuji dan memuliakan Tuhan, artinya satu-satunya tempat di hati kita untuk kita tinggikan selayaknya hanyalah Kristus.
Jadi, ketika kita menjadi orang percaya, hiduplah sebagai penyembah Kristus secara sepenuh waktu dalam hidup kita. Bukan hanya ketika di gereja, tetapi di keseluruhan hidup kita, baik waktu bekerja, waktu liburan, waktu reunian, waktu di rumah, waktu lagi pelayanan, dan sebagainya. Berikan hidup seutuhnya dan sepenuh waktu untuk kemuliaan Tuhan. Jadilah serupa Kristus, hari demi hari, demi kemuliaan-Nya.
Refleksi Diri:
- Siapa atau apa yang menjadi pusat penyembahan hidup Anda selama ini?
- Apa yang mau Anda lakukan agar Kristus menjadi pusat penyembahan hidup Anda setiap harinya?
