Bagikan artikel ini :

Amin: Singkat, Dalam, Dan Bermakna

2 Korintus 1:19-22

Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.
- 2 Korintus 1:20

Salah satu rumus yang mendobrak dunia ilmu pengetahuan adalah rumusan dari teori relativitas Albert Enstein. Rumusnya demikian: E=mc2. Rumus ini singkat, tapi sangat dalam dan bermakna. Melalui rumusan ini, banyak gebrakan berkaitan dengan gravitasi dan nuklir ditemukan.

Di dalam kekristenan, ada satu rumusan yang juga sangat berpengaruh, yang isinya singkat dan dalam, tetapi bermakna sangat penting. Bahkan rumusan ini amat mendasar dalam kehidupan manusia dan hubungannya dengan Allah, melampaui rumusan Enstein. Rumusan ini adalah satu kata Ibrani, yakni “Amin”. Kata ini secara literal berarti pasti, sudah tentu, benar-benar atau terjadilah demikian.

Kata “Amin” merupakan sebuah pernyataan iman, suatu keyakinan akan Tuhan dan janji-Nya yang pasti. Reformator Martin Luther pernah berkata, “Doa yang tidak ditutup dengan ‘Amin’, bukanlah doa yang lengkap sebab doa harus dinyatakan dengan iman.” Kata ‘Amin’ mengambarkan keyakinan iman tersebut (It is a word uttered by the firm faith of the heart)”. Kata “Amin” bukanlah sekadar penutup doa, tetapi merupakan pernyataan iman yang mengamini kebenaran akan keberadaan Allah yang sejati.

Saat kita berkata “Amin” bukan berarti kita memahami segalanya, tetapi merupakan wujud percaya kita kepada Pribadi yang memegang segala sesuatu. Itulah sebabnya Paulus dalam 2 Korintus 1:20 menyatakan bahwa Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Artinya, hanya dalam dan melalui Yesus, segala yang telah dijanjikan Allah mendapat kepastian. Kristus bukan hanya penjamin janji-janji tersebut, tetapi juga merupakan penggenapannya.

Dalam setiap musim kehidupan kita hari ini, baik saat terang maupun gelap, saat baik maupun buruk, saat berhasil maupun gagal, marilah kita terus giat berdoa. Belajarlah untuk mengucapkan “Amin” dengan iman. Sebuah kata yang singkat, dalam, dan bermakna menyatakan iman kita kepada Tuhan. Marilah kita mengucapkan “Amin” dengan sepenuh hati dalam setiap doa yang kita panjatkan, bukan karena kehidupan terasa baik-baik saja, tetapi karena kita tahu Tuhan itu baik! God is good and all the time God is good!


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda selama ini mengucapkan kata “Amin” hanya karena latah atau dengan iman dan keyakinan akan janji Tuhan?
  • Apa saja janji-janji Tuhan yang sudah Anda rasakan? Bagaimana perwujudan janji tersebut memengaruhi iman dan keyakinan Anda kepada Tuhan?