Allah Yang Mengenal Hati
Amsal 14:10
Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya.
- Amsal 14:10
Ayat emas hari ini menyatakan sebuah kebenaran, yakni baik duka maupun suka yang kita alami tidak sepenuhnya dapat kita bagikan kepada orang lain. Bukan karena orang lain tidak ingin mengerti atau menyediakan diri bagi kita, tetapi karena realitanya ada keterbatasan saat berbagi. Orang lain tidak bisa merasakan persis 100% sama dengan apa yang kita rasakan.
Contoh sederhananya demikian. Saya suka kuliner. Saya punya daftar makanan dan restoran favorit di berbagai kota, yang dalam beberapa kesempatan, saya rekomendasikan kepada teman maupun kerabat saya. Namun, sebagian dari mereka tidak merespons seperti saya. Ada yang berpendapat makanan tersebut biasa-biasa saja, ada yang bahkan bertentangan selera dengan saya dan merasa makanan dan restoran tersebut tidak layak direkomendasikan. Ini baru soal citarasa makanan, soal perasaan dan isi hati bisa jauh berbeda.
Keindahan di balik realitas ini adalah ada sukacita, rasa, pengalaman yang unik yang hanya bisa kita rasakan dan nikmati. Tidak seorang pun di dunia yang mampu mengalaminya selain diri kita sendiri. Ini menjadikan setiap pujian syukur dan penghargaan kita kepada Tuhan atas segala karya-Nya di dalam hidup kita amat berharga. Cuma kita dan Tuhan yang bisa merasakan dan menikmatinya. Namun, di sisi lain juga ada rasa sepi dan sedih yang mendalam timbul dari realita ini, bahwa mereka yang terdekat sekalipun tidak bisa atau tidak akan pernah mampu memahami kita sepenuhnya karena mereka bukan kita. Baik suka maupun duka, tidak semua dapat kita bagikan seutuhnya kepada mereka yang kita cintai.
Sekalipun demikian, kita tidak pernah sepenuhnya sendirian. Manusia mungkin tidak bisa dan tidak akan mampu sepenuhnya memahami dan mengerti kita, tetapi Allah mampu. Dia mengenal dan mengerti sepenuhnya baik suka maupun duka yang kita rasakan. Roma 8:26-27 mengatakan Roh Kudus diberikan Allah kepada kita, tinggal di dalam kita, dan mengenal kita melampaui orang yang terdekat dengan kita sekalipun. Roh Kudus juga membantu kita berdoa, mengkomunikasikan keluhan kita yang terdalam.
Marilah mengingat, sekalipun manusia tidak dapat sepenuhnya mengerti kita, tetapi ada Allah yang mampu dan mau memahami kita. Allah mengenal dengan baik hati terdalam kita. Syukuri dan nikmati kehadiran-Nya di dalam hati kita.
Refleksi Diri:
- Apa hal-hal yang Anda bisa syukuri hari ini? Apakah Anda menyadari ucapan syukur Anda berarti bagi Allah dan Dia sungguh memahami perasaan Anda?
- Apakah Anda sudah membuka diri dan menyampaikan keluh kesah Anda kepada-Nya? Ingat, Allah mengenal dan memahami hati Anda sepenuhnya.
