Allah Yang Mencari Yang Terhilang
2 Raja-raja 16:1-4, Yesaya 7:1-9
Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku.
- Yesaya 65:1a-1b
Sayang sekali, tidak seperti ayahnya, Yotam, Ahas adalah raja yang jahat. Padahal pada masa itu Yehuda Selatan masih berada di bawah bayang-bayang konflik politik Israel Utara dan Aram melawan Asyur. Apalagi, kini agresi militer Israel Utara dan Aram terhadap Yehuda Selatan makin menjadi-jadi. Di saat Yehuda Selatan membutuhkan Tuhan, justru rajanya, Ahas, memilih untuk menjauh dari Tuhan. Sungguh ironis.
Jadi, apa yang dilakukan Tuhan? Apakah Tuhan mengatakan, “Kamu telah meninggalkan-Ku dan malah berpaling kepada dewa-dewa asing? Ya sudah, Aku juga akan meninggalkanmu”? Tidak! Justru sebaliknya, ketika membaca paralel dari kisah ini di Yesaya 7:1-9, kita justru melihat bagaimana Tuhan yang berinisiatif pertama kali untuk berbicara kepada Ahas melalui perantaraan Nabi Yesaya. Tuhan berjanji bahwa Yehuda Selatan tidak akan sampai direbut oleh Israel Utara dan Aram. Ia bahkan berjanji bahwa kedua kerajaan itu akan hancur (ay. 8-9a). Satu-satunya yang Tuhan kehendaki supaya Ahas dan kerajaan Yehuda Selatan tetap teguh jaya adalah mereka tetap percaya kepada-Nya (ay. 9b).
Seringkali saya mendengar orang Kristen, bahkan pengkhotbah-pengkhotbah sekalipun, mengatakan bahwa Allah di Perjanjian Lama bersikap transaksional dan minim anugerah. Belas kasihan-Nya bersyarat dan tidak cuma-cuma, lain halnya di Perjanjian Baru. Melalui bagian ini dan banyak kisah-kisah PL lainnya, kita melihat bahwa pemahaman ini salah. Allah kita adalah Allah yang sama dulu, sekarang, dan selama-lamanya, sama-sama mahakasih dan maha pengampun, tetapi juga mahakudus dan mahaadil. Sebagaimana kita melihat Tuhan berlaku tegas di PL, kita melihat Dia juga berlaku tegas kepada Ananias dan Safira di PB (Kis. 5:1-11). Sebaliknya, sebagaimana di PB kita melihat Tuhan Yesus yang mencari orang-orang berdosa, di kisah ini kita melihat bagaimana Allah mencari Ahas, raja yang terang-terangan berdosa dengan menyembah berhala. Tak hanya itu, Allah juga berjanji akan menyelamatkan Ahas dari tangan raja Israel Utara dan Aram.
Kalau kita menganggap Allah PL jahat dan Allah PB baik, mungkin itu karena kita kurang membaca Alkitab. Jangan tebang pilih dan hanya menikmati kitab-kitab PB saja.
Refleksi Diri:
- Apa kesan yang Anda dapatkan ketika membaca kisah-kisah PL dibandingkan dengan kisah-kisah PB? Apakah Anda mendapat kesan seolah-olah Allah kita berubah?
- Apakah Anda setuju dengan kalimat berikut: Baik di PL maupun PB, Allah selalu mencari mereka yang terhilang? Mengapa?
