A Day In Paul's Life
Kisah Para Rasul 27
Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.
- Kisah Para Rasul 27:25
Beberapa tahun belakangan ini, sempat muncul tren konten “a day in my life” di media sosial. Para pembuat konten dunia maya memperlihatkan kehidupan sehari-hari mereka, dari bangun di pagi hari sampai menjelang tidur di malam hari. Mulai dari kegiatan, kesibukan, hingga kesulitan-kesulitan yang dihadapinya hari itu.
Hari ini kita diajak melihat satu cuplikan dari “a day in Paul’s life”. Seperti apa sih kehidupan seorang rasul? Pasal 26 mengisahkan Rasul Paulus bersaksi di depan Agripa dan Festus. Setelah mendengar kesaksian Paulus, Agripa berkesimpulan bahwa Paulus tidak layak mendapat hukuman mati dan seharusnya dibebaskan (Kis. 26:31). Namun, Paulus meminta naik banding kepada kaisar (Kis. 26:32) sehingga ia dikirim berlayar ke Roma yang diceritakan pada pasal 27. Di tengah pelayaran tersebut, ia mengalami banyak kejadian. Kapalnya berlayar dengan susah payah, dilanda badai hebat, hanyut, terombang-ambing di laut, bahkan karam.
Kehidupan kita pun menyerupai kehidupan Paulus. Kadang mudah, kadang sulit. Kadang lancar, kadang penuh tantangan. Ternyata kehidupan seorang rasul, orang yang dekat dan taat kepada Tuhan, orang yang hidup sesuai panggilan Tuhan, tidak jauh berbeda dengan kehidupan kita. Yang membedakan adalah respons Paulus ketika menghadapi gejolak kehidupan. Ia tidak pernah mempertanyakan Tuhan atau mengeluh kepada Tuhan. Baik atau buruk kehidupan, tidak menggoyahkan dan mengubah cara pandang Paulus terhadap Tuhan. Ia tetap setia dan taat kepada Tuhan.
Paulus senantiasa mengingat siapa dirinya dan siapa Allah di dalam hidupnya. Ia dahulunya adalah seorang seteru Allah, tetapi dikasihi dan diampuni (Rm. 5:10) bahkan dipercaya Allah untuk berkarya bagi-Nya. Ia memakai kesempatan di dalam hidupnya untuk mengabarkan injil (Kis. 20:24). Kemudahan maupun kesulitan, dipandang Paulus sebagai sarana memberitakan Injil untuk memenangkan sebanyak mungkin jiwa bagi Tuhan (1Kor. 9:19-23).
Bagaimana kita menjalani hidup hari ini? Keseharian hidup kita tidak jauh berbeda dengan yang dialami Paulus. Bagaimana respons atas semua kejadian di dalam hidup kita? Janganlah kita mengeluh kepada Tuhan, tetapi pakailah setiap kesempatan yang ada di dalam hidup untuk pekerjaan Tuhan dan menyampaikan Injil.
Refleksi Diri:
- Bagaimana respons yang tepat atas seluruh peristiwa di dalam hidup Anda? Apakah Anda tetap percaya dan setia kepada Allah meski badai kehidupan melanda?
- Bagaimana Anda akan menggunakan setiap kesempatan di dalam hidup untuk melakukan pekerjaan Allah dan menyampaikan Injil?
