Bagikan artikel ini :

Yudaisme Dan Kekristenan

Matius 22:41-46

Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya: “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.”
- Matius 22:41-42

Kita sedang menantikan kedatangan Mesias yang kedua, sementara orang Yahudi masih menantikan kedatangan Mesias yang pertama. Penolakan orang Yahudi pada masa pelayanan Tuhan Yesus sebenarnya adalah cikal bakal perbedaan Yudaisme dengan kekristenan. Sampai hari ini penganut Yudaisme menolak bahwa Yesus adalah Mesias, artinya mereka tidak mau disamakan dengan Kristen. Mereka memegang prinsip dasar pengajaran pada kitab Tanakh (akronim dalam bahasa Ibrani), yakni Torah (Taurat), Neviim (Nabi-nabi) dan Ketuvim (Tulisan). Mereka menolak seluruh Perjanjian Baru.

Kutipan ayat emas adalah ucapan orang Farisi yang paham betul bahwa Mesias akan datang melalui keturunan Daud, tetapi mereka memiliki prinsip bahwa Yesus bukanlah Mesias yang mereka nanti-nantikan. Apa dasar penolakan mereka?

(1) Konsep Mesianik yang berbeda. Yesus yang semula diharapkan orang Yahudi mengembalikan kejayaan Daud, ternyata membiarkan diri-Nya diserahkan, diadili, dan mati disalibkan. Kenyataan ini memupuskan harapan mereka.

(2) Ajaran Yesus tidak sama dengan ajaran orang Farisi dan ahli Taurat, misalnya Yesus menyatakan diri bahwa Dia memiliki otoritas mengampuni dosa dan Dia adalah Anak Allah. Menurut orang Yahudi pernyataan ini adalah hujatan kepada Allah.

(3) Perbedaan pemahaman tentang Taurat. Hukum Taurat diberikan oleh Allah agar manusia sadar bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memenuhinya dan hanya Yesus kegenapan hukum Taurat. Orang Yahudi lebih berpegang secara harfiah tentang isi hukum Taurat.

(4) Kehadiran Tuhan Yesus adalah ancaman sosial politik karena dalam waktu relatif singkat menarik banyak orang mengikut-Nya. Ini juga disertai berbagai tanda mukjizat yang tak terbantahkan bahwa Yesus berasal dari Allah.

Namun, tidak semua orang Yahudi menolak kekristenan. Para pengikut Kristus mula-mula sebagian besar justru dari kaum Yahudi yang telah menjadi percaya. Sebagian dari mereka juga bangsa non-Yahudi yang percaya Yesus.

Sobat terkasih, kita bersyukur meskipun secara genetik kita bukan orang Yahudi, tetapi bisa menjadi bagian dari orang-orang yang percaya Tuhan Yesus adalah Mesias. Kita bersyukur menjadi milik Kristus dan disebut sebagai keturunan Abraham yang mewarisi janji Allah (Gal. 3:29). Mari isi hari-hari menjelang kedatangan Mesias yang kedua dengan kesaksian hidup sebagai murid Kristus.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sudah bersyukur dan berterima kasih atas pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib?
  • Bagaimana Anda ingin mengisi hari-hari sekarang dengan menunjukkan kualitas hidup seorang murid Kristus?