Bagikan artikel ini :

Tetap Percaya Di Tengah Ketidakpastian

Mazmur 46:1-6

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
- Mazmur 46:2

Pernahkah Anda merasa hidup seperti berada di tengah badai? Segalanya tampak berguncang: pekerjaan tidak pasti, keluarga mengalami tekanan, kesehatan melemah, bahkan dunia di sekitar kita terasa semakin kacau. Kita dengan mudah menjadi takut, panik, bahkan kehilangan pengharapan. Di tengah situasi tersebut, apakah kita memilih tetap memercayai pimpinan Tuhan meskipun tidak tahu bagaimana masa depan kita?

Mazmur 46:1-5 adalah sebuah nyanyian iman yang lahir bukan dari kenyamanan, tetapi dari kondisi krisis. Mazmur ini bukanlah puisi indah, melainkan sebuah deklarasi iman yang kuat bahwa di tengah goncangan hidup, Tuhan tetap menjadi tempat perlindungan tak tergoyahkan. Deklarasi pemazmur ini, “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan” menggunakan kata “tempat perlindungan” (Ibr. machaseh) yang menyiratkan tempat aman yang dicari saat bahaya datang. Sementara kata “kekuatan” menunjukkan perlindungan Tuhan tidak bersifat pasif, tetapi juga memberi daya untuk menghadapi kesulitan. “Penolong dalam kesesakan sangat terbukti” menegaskan bahwa keyakinan ini bukan sekadar keyakinan kosong, melainkan berdasar pengalaman nyata.

Pemazmur tidak menyangkal adanya kesulitan. Di ayat 3-4, ia menggambarkan alam yang kacau: bumi berubah, gunung bergoncang, dan laut bergelora. Suatu simbol yang menyatakan ketidakstabilan total, baik secara alamiah maupun metaforis (politik, sosial ataupun pribadi). Respons iman pemazmur adalah “kita tidak akan takut”. Ia yakin Allah akan memberi ketenangan yang melampaui kondisi sekitar. Ia percaya Allah hadir, Allah sanggup menolong, dan Dia tidak pernah gagal. Kalimat “Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang” (ay. 6) mempertegas bahwa kehadiran Tuhanlah yang membuat segala sesuatu tetap teguh, bukan kekuatan militer, ekonomi atau politik. Frasa “menjelang pagi” bisa menunjukkan waktu pembebasan, waktu saat terang mulai datang setelah malam penderitaan. Tuhan datang tepat pada waktunya.

Hari ini kita belajar bahwa keamanan sejati bukan datang dari situasi yang tenang, tetapi hanya dapat ditemukan melalui kehadiran Allah yang tetap setia di dalam badai kehidupan kita. Apa pun bentuk “kegoncangan” yang dialami, baik secara global (bencana, perang), maupun pribadi (krisis, kegagalan), Tuhan adalah tempat perlindungan yang dapat diandalkan. Mari mendasarkan hidup bukan pada stabilitas ekonomi atau sosial, melainkan pada janji-janji Tuhan. Bangun kepercayaan bahwa Tuhan tetap memegang kendali meski realitas terlihat kacau.


Refleksi Diri:

  • Apakah hidup Anda saat ini sedang “bergoncang”? Bagaimana Anda bisa belajar memercayakan situasi tersebut kepada Allah sebagai tempat perlindungan Anda?
  • Bagaimana Anda bisa lebih sadar akan hadirat Allah di dalam hidup baik melalui doa, pujian atau ibadah di tengah situasi tersebut?