Bagikan artikel ini :

Sudah Selesai: Dimulainya Era Baru, Era Kemenangan

Yohanes 19:28-30

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
- Yohanes 19:30

Buat orang-orang yang menyalibkan Tuhan Yesus saat itu, kematian-Nya berarti berakhirnya era Yesus. Sang Fenomenal akhirnya tumbang. Yohanes dan orang-orang yang ada di sana saat itu, menyaksikan era Yesus yang singkat selama tiga tahun sudah selesai. Para pemimpin agama yang berkonspirasi akan berpikir, nama Yesus akan terkubur bersama dengan jasad-Nya nanti.

Akan tetapi, Yesus pernah berkata beberapa hari sebelumnya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yoh. 12:24). Sewaktu Yesus mengatakan, “Sudah selesai,” merupakan awal era yang baru bagi setiap orang berdosa yang percaya kepada-Nya. Ini adalah era dimana jalan kepada Tuhan yang Mahakudus telah tersambung kembali untuk selama-lamanya, tidak akan pernah terpisahkan lagi. Sebuah era kemenangan terhadap dosa, dosa tidak lagi membelenggu kita. Paulus berkata, “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” (Rm. 6:6).

Ada kisah tentang seorang wanita yang berjuang dengan kecanduannya selama bertahun-tahun. Suatu hari, saat mengikuti program pemulihan, ia berkata, “Saya akhirnya menyadari bahwa setiap kali saya kembali pada kecanduan lama, saya sebenarnya sedang berkata kepada Kristus bahwa pengorbanan-Nya tidaklah cukup.” Pernyataan ini lahir dari kesadaran akan pengorbanan Kristus yang sempurna, yang mengubahkan hidupnya. Ketika kita bermain-main dengan dosa, kita seolah-olah berkata, “Pengorbanan-Mu di kayu salib belum cukup, Yesus. Saya masih perlu mencari kepuasan di tempat lain.”

Jangan lagi bercanda dan main-main dengan dosa. Jangan coba-coba melakukan dosa sekecil apa pun dosa itu dan berpikir, saya hanya sekali ini coba lagi, tidak akan tenggelam lagi. Ketika kita terus hidup di dalam dosa, kita sedang merendahkan salib Kristus, seolah-olah karya-Nya gagal dan tidak sempurna. Namun, ketika melihat salib Kristus dan mengingat perkataan Yesus “sudah selesai”, hendaklah hati kita dipenuhi dengan ucapan syukur dan berkomitmen memberikan kehidupan yang terbaik untuk-Nya.


Refleksi diri:

  • Cobalah membayangkan, bagaimana kehidupan Anda jika tanpa Tuhan Yesus?
  • Sekarang Anda sudah ada di dalam Tuhan Yesus, yang memberikan era baru dalam kehidupan Anda, apa yang mau Anda lakukan?