Pertobatan Yang Tidak Sia-Sia
Matius 20:1-16
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”
- Matius 20:16
Apakah makna ayat di atas? Apa kaitannya dengan kita di hari ini? Ayat emas adalah penutup dari perumpamaan orang-orang upahan di kebun anggur. Para pekerja yang bekerja sejak pagi maupun yang bekerja menjelang sore, mendapatkan upah yang sama, yakni satu dinar. Terlihat tidak adil, bukan? Namun, konteks ayat ini adalah berbicara tentang anugerah Allah yang mutlak. Anugerah Allah diberikan bukan bergantung hasil usaha manusia.
Apa yang kita pikirkan dan menjadi ukuran manusia, tidaklah sama dengan ukuran keadilan di hadapan Tuhan. Hal masuk ke dalam Kerajaan Allah tidaklah seperti yang kita pikirkan menurut sistem upah di dunia ini. Kasih karunia Allah diberikan bukan bergantung berapa lama usaha kita atau berapa banyak prestasi kita, melainkan 100% karena anugerah semata dari Tuhan.
Pertobatan yang seringkali terlambat terjadi, tetap berharga di mata Tuhan. Tuhan sangat menghargai pertobatan hasil dari ketulusan hati yang datang dari penyesalan sejati. Kita tidak bisa main-main dengan kesempatan dan kesabaran Allah yang telah dinyatakan. Saat seseorang bertobat, itu adalah hasil karya sepenuhnya Roh Kudus atas perkenanan Allah semata.
Prinsip hidup: Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga, tidak bisa dipertanggung jawabkan di hadapan Allah. Prinsip Alkitab mengingatkan bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai (2Kor. 9:6). Apa yang kita tabur saat ini, akan kita tuai hasilnya nanti di masa depan. Allah tidak pernah bisa dipermainkan. Karena itu, saat seseorang sudah bertobat, hendaklah mulai saat itu, hidupnya diberikan sebesar-besarnya untuk kemuliaan Tuhan.
Sobat terkasih, bagi Anda yang telah sekian lama bertobat, apa makna pertobatan tersebut bagi Anda? Tuhan sedang memberi kesempatan untuk kita belajar mengasihi dan melayani-Nya, serta bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus. Jangan sia-siakan pertobatan Anda. Mari pakai sebaik mungkin kesempatan yang Tuhan berikan saat ini untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Tidak ada satu pun yang Anda lakukan untuk Tuhan menjadi sia-sia. Upah besar di surga akan menanti bagi Anda yang melakukannya dengan setia.
Refleksi Diri:
- Kapan dan bagaimana pertobatan yang Anda alami? Apa perubahan yang Anda rasakan sejak Anda bertobat?
- Bagaimana sekarang Anda mengunakan kesempatan dan mengisi hidup Anda yang baru di dalam Tuhan?
