Bagikan artikel ini :

Perang Harmagedon Dan Akhir Zaman

Wahyu 16:15-21

Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.
- Wahyu 16:16

Berita peperangan di berbagai belahan dunia selalu menggetarkan hati. Dampak peperangan pun bisa merambah ke berbagai sendi kehidupan. Perang sebenarnya masalah klasik manusia, yakni kecenderungan untuk saling menghancurkan dan mencari keuntungan. Tak heran muncul perebutan wilayah dan tanah yang berharga demi kemakmuran dan kemasyhuran, tak peduli rakyat kian miskin, menderita, bahkan mati dalam derita genosida.

Apakah ini wujud dari perang Harmagedon? Alkitab memakai kata harmagedon dalam bahasa Yunani berasal dari kata har yang artinya gunung dan kata megido. Jadi, arti secara harafiah adalah gunung Megido. Namun, harmagedon tidak merujuk pada pertempuran di lokasi geografis tersebut, melainkan pada peristiwa global. Harmagedon adalah simbol dari pertempuran akhir antara kekuatan Allah dan kekuatan jahat di akhir zaman.

Jika melihat kitab Wahyu, kita akan menemukan banyak bahasa simbolis terkait akhir zaman sehingga janganlah terlalu gegabah berspekulasi mencocokkan apa yang terjadi hari ini secara harafiah. Kita saat ini sedang berada di dalam pergulatan iman di akhir zaman berupa peperangan rohani yang memang semakin hebat menjelang Kristus datang kedua kalinya (Ef. 6:12). Alkitab mengajak kita selalu setia berjaga-jaga. Hal ini dinyatakan dengan bahasa simbolis bagai gadis bijak menanti dengan setia sang mempelai (Mat. 25:1-13). Ada pula lalang di antara gandum, lalang dibuang ke dalam api (Mat. 13:24-30) atau kambing dan domba yang dipisahkan, kambing akan dibuang, sementara domba diselamatkan (Mat. 25:31-34). Kalau kita tafsirkan secara harafiah maka terjadi spekulasi siapa yang paling cocok dengan gadis bijak? Siapa pula si kambing yang terkutuk? Siapa lalang yang dihanguskan?

Sebelum penghakiman terakhir terjadi akan ada berbagai peperangan, bencana, dan simpang siur ajaran sesat. Belum lagi gerakan melawan Kristus melalui berbagai sisi kehidupan manusia. Semua itu terjadi pada rentang waktu kedatangan Kristus pertama dan kedatangan-Nya yang kedua. Inilah yang disebut akhir zaman.

Kapankah Kristus datang kembali? Tidak ada seorang pun yang tahu. Tugas kita adalah tetap setia menjadi saksi Kristus dalam kesempatan yang kian terbatas dan tantangan yang kian berat. Karena itu, tekunlah belajar agar imam kita kokoh dengan ajaran Alkitab yang solid sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh angin kencang zaman ini.


Refleksi Diri:

  • Apa tantangan akhir zaman yang Anda hadapi dan membuat Anda gentar? Bagaimana Anda menyikapinya setelah membaca renungan ini?
  • Apa wujud nyata sikap setia berjaga-jaga yang Anda lakukan menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali?