Bagikan artikel ini :

Mengasihi Melalui Doa

Yakobus 5:12-20

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
- Yakobus 5:16

Pergumulan hidup bisa membuat seseorang menjadi kecewa, putus asa, dan kehilangan harapan. Sebagian orang sampai berkata, “Saya sudah tidak sanggup lagi menjalani hidup yang begitu berat ini.” Kondisi ekonomi yang berat, relasi keluarga yang hancur berantakan ataupun sakit penyakit yang berkepanjangan, bisa menjadi penyebabnya. Ketika seseorang menceritakan pergumulannya yang berat, kita yang hendak menolongnya dengan segala keterbatasan yang ada, terkadang tidak tahu bagaimana cara meringankan pergumulannya.

Cara paling sederhana tapi penuh makna yang bisa menolong orang lain, yaitu dengan mendoakannya. Firman Tuhan melalui ayat emas berkata, “... hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, … Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Kita memang manusia yang lemah, terbatas, dan rentan akan dosa. Sering kali kita terjatuh ke dalam dosa, melakukan kesalahan, dan ada kalanya terhimpit keraguan. Kita butuh saling menopang satu sama lain melalui doa.

Salah satu hak istimewa yang Tuhan anugerahkan kepada anak-anak-Nya adalah kita dapat langsung berdoa kepada-Nya. Kita perlu menyadari makna mendalam di saat kita berdoa. Ketika berdoa kepada Tuhan Yesus, hati kita diarahkan agar tertuju kepada-Nya sehingga membangun sebuah relasi. Saat berdoa, kita membawa kehadiran Allah ke dalam kehidupan kita. Ketika berdoa untuk orang lain, kita dapat lebih menyadari kebutuhan orang lain. Pada saat bersyafaat bagi orang-orang di sekitar kita, kita mengingat apa yang menjadi pergumulan-pergumulan hidup mereka, dan di saat yang sama kita menjadi lebih peduli kepada mereka. Selain itu, yang terpenting, pada saat berdoa kita memerlukan iman (ay. 15) dan kesungguhan hati, percaya bahwa kuasa Tuhan sanggup memulihkan keadaan kita maupun orang lain.

Ada banyak pribadi yang membutuhkan kasih dan kepedulian kita. Mereka membutuhkan topangan doa dari setiap kita. Seorang teolog bernama David Hubbard memberikan pendapatnya tentang doa, “Bentuk kasih paling murni adalah memberi tanpa berharap dikembalikan. Jika diukur dengan standar ini, doa yang sungguh-sungguh untuk orang lain adalah tindakan kasih yang luar biasa.” Mari mengasihi dan menolong orang lain dengan cara mendoakan mereka.


Refleksi Diri:

  • Siapa orang-orang yang saat ini sedang dalam pergumulan berat? Apakah Anda sudah mendukung mereka melalui doa?
  • Apa komitmen Anda dalam hal mendoakan satu/dua orang yang sedang sakit atau mengalami pergumulan berat yang Anda ketahui?