Iman Yang Tangguh Di Tengah Tekanan Hidup
2 Korintus 4:8-15
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; Kami habis akal, namun tidak putus asa;
- 2 Korintus 4:8
Dalam hidup ini, kita pasti pernah mengalami tekanan. Apalagi sebagai orang Kristen di kota besar, tekanan bisa datang dari segala arah: dari pekerjaan, keluarga yang menanti perhatian, godaan gaya hidup duniawi, dan tantangan dalam mempertahankan iman. Rasul Paulus menuliskan pengajaran yang sangat mengejutkan bahwa dalam tekanan dan penderitaan, kuasa Kristus justru bekerja paling nyata.
Saat menulis surat Korintus, Paulus sendiri sedang mengalami penderitaan berat. Ia mengatakan di ayat 8-9, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” Paulus menggunakan serangkaian kondisi kontras untuk menunjukkan bahwa meskipun secara manusiawi mereka lemah dan menderita, tetapi kuasa Allah menopang dan menguatkan mereka. Ini bukan sekadar ketahanan mental, melainkan juga pernyataan bahwa kuasa Allah selalu menopang orang percaya. Paulus menjelaskan bahwa penderitaan mereka adalah cara Kristus dinyatakan melalui tubuh mereka. “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata.” (ay. 10). Artinya, penderitaan bukanlah kegagalan, tetapi sarana penyataan Kristus dalam hidup.
Paulus tetap memberitakan Injil walaupun mengalami penderitaan. Ia yakin penderitaan ini tidak sia-sia, melainkan akan membawa kemuliaan bagi Allah dan membawa orang lain kepada keselamatan (ay. 13-15). Ia telah mengalami penolakan dari sebagian jemaat Korintus, dianiaya secara fisik dalam pelayanannya, serta mengalami tekanan emosional dan spiritual yang besar. Alih-alih berputus asa, Paulus menjadikan penderitaan tersebut sebagai saluran kuasa Allah. Jadi, kematian dan kebangkitan Yesus bukan hanya peristiwa masa lalu, tetapi realitas yang hidup dalam diri orang percaya. Dengan ikut menderita, orang percaya ikut mengambil bagian dalam kematian Kristus dan juga mengalami kuasa kebangkitan-Nya (ay. 10-11).
Hidup di kota besar menawarkan banyak hal. Bukan hanya peluang, hiburan, dan kebebasan, tetapi juga tekanan, kesepian, dan godaan. Pesan firman Tuhan kepada kita hari ini adalah dalam segala tekanan, Allah tidak meninggalkan kita. Kuasa-Nya bekerja justru dalam kelemahan kita. Tetaplah percaya, terus bersaksi, dan biarlah hidup kita mencerminkan kematian dan kebangkitan Kristus di tengah hiruk-pikuk kota dan kesibukan kita.
Refleksi diri:
- Apakah Anda melihat penderitaan dan tekanan hidup sebagai kegagalan atau kesempatan untuk mengalami kuasa Kristus dinyatakan melalui hidup Anda?
- Bagaimana hidup Anda bisa menyatakan kesaksian tentang “kehidupan Yesus”? Apakah orang lain melihat kasih, pengampunan atau pengharapan Kristus di dalam diri Anda?
