Hijaunya Rumput Tetangga?
Mazmur 23
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
- Mazmur 23:5b
Benarkah Tuhan lebih peduli orang lain daripada diri kita? Kita mungkin lebih sering berkata dalam hati, rumput tetangga selalu lebih hijau, padahal kenyataannya, justru rumput di halaman rumah kita jauh lebih hijau. Mengapa demikian? Refleks pikiran kita yang tercemar dosa cenderung menganggap diri kita sebagai pihak yang kalah, padahal sebenarnya kita adalah sang pemenang.
Akibatnya, kita lebih sering menggerutu kepada Tuhan tentang kehidupan yang kita jalani. Mengapa begini, tidak begitu? Mengapa begitu, tidak begini? Padahal Tuhan jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk diri kita.
Lantas, bagaimana seharusnya kita melihat berkat Tuhan dalam hidup kita? Apakah benar kita selalu kekurangan berkat dari-Nya? Apakah benar Tuhan lebih peduli orang lain? Semuanya kembali pada pemahaman akan kehendak Tuhan dan kita bisa bersyukur jika bisa memahaminya meskipun tidak banyak. Hanya karena anugerah Tuhan kita mampu melihat sedikit saja yang Tuhan telah sediakan untuk diri kita.
Belajar dari parade kehidupan Daud, kita melihat ayat emas di dalam bahasa Ibrani berbunyi demikian: diš·šan·tā ḇaš·še·men rō·šî kō·w·sî rə·wā·yāh, artinya Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, cawanku melimpah (you anoint my head with oil, my cup runs over). Latar belakang pengurapan minyak dalam tradisi Yahudi kuno adalah simbol pemilihan, pengudusan, dan penyegaran. Ketika Daud diurapi oleh Nabi Samuel sebenarnya menunjukkan bagaimana rencana Allah akan dinyatakan melalui kehidupan Daud dan rencana Allah jauh melebihi dari apa yang Daud sendiri mampu pahami.
Sedangkan cawan yang melimpah melambangkan sukacita dan berkat Allah yang tidak terbatas, melebihi apa yang dapat diberikan dunia. Berkat Tuhan bukan sekadar berkat jasmani, tetapi juga berkat karena telah menjadi bagian dalam sejarah karya keselamatan Allah. Sobat terkasih, mari belajar bersama menjalani hidup dengan melihat apa yang Tuhan telah sediakan dan izinkan terjadi untuk hidup kita, termasuk hal-hal berat dan sulit yang kita hadapi. Kita perlu tenang, berdiam diri, dan lirih berseru dalam hati, Tuhan Yesus, kasihanilah aku. Kiranya damai sejahtera sejati memberi kekuatan kepadaku untuk menjalani hari ini dan esok hari. Ingat, tidak selalu rumput nan hijau itu ada di halaman tetangga.
Refleksi Diri:
- Bagaimana Anda selama ini melihat berkat-berkat yang Anda terima? Apakah Anda beranggapan orang lain menerima berkat lebih banyak daripada Anda?
- Apakah Anda sudah memintakan anugerah dari Tuhan agar dapat melihat berkat dan rencana Allah di dalam hidup Anda dengan lebih jelas?
