Bagikan artikel ini :

Gog Magog, Siapakah Mereka?

Wahyu 20:7-10

Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada Gog di tanah Magog, yaitu raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan bernubuatlah melawan dia dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal.
- Yehezkiel 38:2-3

Siapakah Gog dari Magog? Sering ditafsirkan sebagai bangsa-bangsa dari berbagai penjuru dunia yang berseberangan geo politik dengan Israel modern. Mereka yang disebut kelompok Gog Magog, di antaranya Rusia, Tiongkok, Korea Utara, Iran, dan negara-negara Timur Tengah.

Mari melihat dari sudut pandang Alkitab agar kita jernih dan objektif menanggalkan mindset produk politik mana pun, sebelum mengambil kesimpulan untuk berpendapat. Gog dan Magog kata aslinya ialah Gog u Magog. Dalam Yehezkiel 38, Gog adalah nama tokoh, sementara Magog adalah nama negeri asalnya. Jadi, lebih tepat diartikan Gog dari Magog. Namun, kata “Gog dari Magog” selanjutnya berubah menjadi “Gog dan Magog” karena menyesuaikan tradisi agama Yahudi yang kemudian muncul di dalam kitab Wahyu. Alkitab tidak pernah menuliskan secara langsung siapakah Gog dan Magog. Dalam kitab Wahyu, Gog dan Magog diartikan sebagai bangsa-bangsa di dunia yang selalu memusuhi orang-orang kudus, yang pada dasarnya disebut sebagai Anti Kristus.

Pada zaman ini, siapa yang sebenarnya memusuhi orang-orang yang beriman kepada Kristus? Siapa yang terang-terangan menentang ajaran gereja? Mari kita jeli agar tidak gampang termakan isu politik yang memakai ayat-ayat Alkitab sebagai upaya memberi cap buruk kepada negara-negara yang berhaluan berseberangan atau memanipulasi ayat-ayat Alkitab untuk kepentingan geo politik.

Gerakan Anti Kristus telah merambah berbagai sendi kehidupan, mulai dari hiburan anak-anak sampai mimbar ilmiah. Mereka diam-diam menyusup atau secara gamblang menentang. Kita semua berada di sebuah peperangan rohani. Tugas kita adalah waspada dan berjaga-jaga.

Di mana pun kita berada akan selalu ada kecenderungan hidup meninggalkan Tuhan. Allah yang seharusnya menjadi pusat digeser menjadi manusia menjadi pusat segala sesuatu. Kita bisa mengenalnya dari buah yang dihasilkan. Jangan salah, mengharapkan durian jatuh dari pohon pepaya. Waspadalah!

Sobat terkasih, renungkan dengan hati yang jernih, berdoa untuk pertobatan bangsa-bangsa yang sudah terlalu jauh meninggalkan Allah. Tugas kita adalah membawa berita Injil dengan kiprah nyata sesuai kapasitas kita masing-masing di penghujung akhir zaman ini.


Refleksi Diri:

  • Apa bentuk-bentuk permusuhan terhadap murid Kristus yang Anda pernah alami? Bagaimana Anda meresponsnya?
  • Apakah Anda secara rutin berdoa untuk orang-orang yang meninggalkan Tuhan? Apakah Anda sudah menyampaikan Injil kepada mereka?