Bagikan artikel ini :

Bukan Basa Basi

1 Yohanes 3:17-18

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
- 1 Yohanes 3:18

Rasul Yohanes bicara tentang kasih dalam hal yang begitu praktis, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (ay. 17). Yohanes seperti mau berkata, kalau seseorang menerima kasih Kristus dan sudah diubahkan hidupnya, apakah dalam tindakannya terlihat kasih atau tidak?

Ayat di atas bukan untuk orang-orang yang kaya raya berlimpah. Kalau iya untuk mereka, pasti ditambahkan keterangan seperti itu. Ayat tersebut ditujukan untuk setiap orang percaya. Kata “melihat” di kalimat “melihat saudaranya menderita kekurangan” bukanlah melihat sekilas, tetapi melihat dengan seksama atau sudah tahu dengan jelas bagaimana kehidupan saudaranya tersebut. Namun, ia malah menutup pintu hatinya. Kata “menutup” mengandung makna, membanting pintu, mengunci, dan membuang kuncinya. Jadi, seperti seseorang yang berkata, “Aku mengasihi mereka,” tetapi ketika melihat dan mengetahui dengan jelas apa yang diperlukan saudaranya, ia tidak tergerak sama sekali untuk mengulurkan tangannya.

Pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban itu berbunyi: bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Kalau di renungan sebelumnya mengatakan bahwa kebencian itu adalah sama seperti pembunuh, maka ada yang kemudian mengatakan demikian, “Anda tidak harus membenci untuk berdosa. Yang harus Anda lakukan adalah bersikap acuh tak acuh. Terkadang dosa terbesar yang dapat kita lakukan adalah dosa ketidakpedulian.”

Kalau ditanya, apakah Anda ingin sukses? Tentu jawabannya, “Ya, saya mau!” Akan tetapi, banyak orang berdoa ingin sukses, ingin kaya, untuk apa? Supaya bisa hidup lebih enak dan nyaman. Supaya bisa sering jalan-jalan dan mendatangi lebih banyak negara-negara di dunia. Supaya bisa membeli lebih banyak barang-barang branded. Sebaliknya, pernahkah Anda berdoa supaya diberkati lebih banyak oleh Tuhan agar kapasitas Anda dalam memberi diperbesar oleh Tuhan? Supaya Anda dapat menolong lebih banyak lagi pergumulan orang lain.

Pada akhirnya, camkan di hati ayat emas di atas. Yang terpenting dari kasih bukanlah jago akan teorinya, pintar untuk membicarakannya, tetapi keinginan untuk melakukannya. Bukan kasih basa basi, tetapi kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, kasih yang rela berkorban, kasih yang memberi diri, sebagaimana kita telah melihat Kristus melakukannya.


Refleksi Diri:

  • Mengapa mengasihi itu perlu dibuktikan dengan suatu tindakan?
  • Apa yang ingin Anda lakukan jika satu hari nanti ada saudara seiman Anda yang sedang betul-betul kesulitan? Maukah Anda membantunya?