Bagikan artikel ini :

Berkat Untuk Menikmati Berkat

Pengkhotbah 5:9-19

Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya–juga itu pun karunia Allah.
- Pengkhotbah 5:18

Sepasang suami istri hidup berkecukupan, punya banyak rumah, sering gonta-ganti kendaraan, dan pernah jalan-jalan ke berbagai negara di dunia. Banyak orang yang melihat dari luar menjadi iri hati melihat banyaknya “berkat” yang mereka terima. Namun, kenyataan tidaklah seperti yang nampak di permukaan. Mereka bukanlah pasangan yang bahagia. Waktu hidup mereka dihabiskan untuk bekerja dan mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Keadaan di rumah cenderung dingin dan komunikasi hanya seperlunya. Lebih uniknya lagi, mereka dikenal sebagai keluarga yang pelit, bahkan pelit pada diri sendiri. Hanya makan sayur supaya hemat, pergi ke luar negeri hanya kalau menang undian dan hadiah, tinggal di rumah tua padahal propertinya banyak, dan sebagainya.

Kita sering terjebak dalam pemikiran bahwa berkat Allah hanyalah berupa harta benda dan materi. Tidak jarang kita memfokuskan doa-doa hanya pada berkat-berkat materi. Sekalipun kita mendapatkan berkat dari Allah berupa materi, tetapi ada berkat yang lebih besar daripada harta kekayaan, kehormatan dan materi, yakni berkat menikmati hidup.

Satu ironi kehidupan digambarkan dalam Pengkhotbah. Ada orang berlimpah materi, tetapi tidak pernah puas dengan kekayaan dan penghasilannya (ay. 9). Sepanjang hidupnya dipenuhi penderitaan, kekhawatiran, dan kekesalan (ay. 16b). Seluruh materi yang dikumpulkannya tidak dinikmati olehnya, melainkan dihabiskan orang lain (ay. 10). Cukup dengan membayangkan penggambaran ini, kita akan langsung memberi respons yang senada dengan Pengkhotbah, sia-sialah semua kekayaan tersebut.

Bagi Pengkhotbah ada satu berkat yang lebih besar dan lebih baik bagi manusia, yaitu berkat untuk mampu menikmati berkat. Sekalipun seseorang hidup sederhana, tetapi jika ia diberi berkat untuk menikmati hidup, ini adalah karunia yang lebih besar daripada berkat-berkat materi. Ayat 11 berkata, “Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak;”

Marilah bersukacita jika kita dikaruniai Allah kemampuan menikmati jerih lelah kita. Yakin dan sadari kebenaran bahwa lebih baik bisa menikmati yang sedikit, daripada berlimpah tetapi tidak mampu menikmatinya. Tuhan Yesus memberkati setiap usaha Anda dan kiranya memberikan berkat untuk Anda dapat menikmatinya.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sudah berdoa untuk bisa menikmati berkat atau selama ini Anda hanya fokus pada doa-doa permintaan materi?
  • Apakah Anda sudah bersyukur atas kemampuan menikmati berkat Allah dalam hidup Anda?